Jenis Cacing Parasit Didalam Tubuh Manusia

Sumber gbr : sehatnews.com

Kesehatan adalah hal penting bagi manusia. Oleh karena itu kesehatan dapat dijaga dengan makan yang bergizi, olahraga dan menjaga kebersihan. Kebersihan dapat dijadikan patokan utama jika tidak ini terkena penyakit. Meski sudah berolahraga dan makan  makanan yang bergizi, kalau tempat tinggal kotor / jauh dari kebersihan, maka dengan mudah terinfeksi penyakit. Salah satu infeksi penyakit karena kurangnya menjaga kebersihan adalah cacingan. Makhluk hidup ini dikenal berada dalam tanah, tetapi ada beberapa cacing yang hidup didalam tubuh manusia menjadi parasit bagi kita. Sehingga penyakit ini kalau dibiarkan menjadi hal yang sangat serius.

Seperti diketahui hampir 80% penduduk dunia pernah mengalami penyakit cacingan. Penyakit ini lebih banyak menyerang pada usia anak-anak. Demikian pula dengan orang dewasa dapat terjangkit penyakit cacingan. Sekali lagi, pengetahuan akan kebersihan serta menjaga kebersihan merupakan kewajiban bukan hanya tiap-tiap individu akan tetapi masyarakat juga harus menjaganya.

Adapun jenis jenis cacing parasit yang dapat merugikan manusia, yaitu :

1. Necator americanus & Ancylostoma duodenale

Cacing ini juga dikenal dengan nama cacing tambang. Termasuk kedalam nematoda yang hidup di usus kecil inangnya (Manusia). Spesies Necator Americanus banyak di Amerika, Sub-Sahara Afrika, Asia Tenggara (termasuk Indonesia), Tiongkok. Sementara Ancylostoma Duodenale berada di Timur Tenagah, Afrika Utara, India dan Eropa bagian Selatan. Infeksi paling sering terjadi didaerah lembab dan hangat.

Gejalanya ruam menonjol dan terasa gatal (ground itchy) ditempat masuknya larva pada kulit, demam, batuk dan bunyi nafas mengi (bengek) akibat terjadi perpindahan larva melalui paru paru, terjadi penyakit anemia berlangsung lama, rendah kadar protein dalam darah menyebabkan pendarahan usus, pertumbuhan melambat dan pembengkakan jaringan pada anak-anak.

Pengobatan, diutamakan memperbaiki anemia dengan memberikan tambahan zat besi (pada kasus akut/berat diberikan transfusi darah). Kemudian diberikan obat cacing jenis pirantel pamot atau mebendazol (sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk pencegahan salah penggunaan obat).

2. Ascaris

Merupakan sepupu cacing tambang (Hookworm) dengan ukuran lebih besar. Bentuk cacing ini bulat berukuran raksasa dapat mencapai 40 cm, sedikit lebih besar 1 cm. Faktanya 25% penduduk dunia terinfeksi cacing ini. Larva Ascaris sangat kecil hingga sanggup menembus kulit manusia. Infeksi terjadi melewati makanan yang kotor. Cacing betina Ascaris sanggup bertelur sebanyak 100ribu perhari.

Gejalanya, Sakit, demam dan berat infestast dengan membunuh penyumbatan usus. biasanya pendeteksian melalui feses (tinja/kotoran manusia).

Pengobatan, menggunakan pirantel pamoat, mebendazol, albendazol, piperasin (sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk pencegahan salah penggunaan obat).

3. Guinea Worm (Cacing Guinea)

Penyebab penyakit ini adalah cacing Dracunculiasis dengan bentuk panjang seperti spagethi. Bila mencapai usia dewasa dapat mencapai panjang 1 meter. Biasanya infeksi terjadi masuk kedalam tubuh manusia melalui air yang terkontaminasi telur-telur cacing Guinea yang telah dimakan oleh kutu air. Penyakit ini kebanyakan di bagian Afrika dengan keadaan kotor dan miskin serta pendidikan akan kebersihan yang minim.

Pencegahan, untuk saat ini penyakit cacing Guinea belum ada obatnya. Hal terbaik adalah pencegahan dengan Minum air dari sumber bawah tanah yang bebas dari kontaminasi; selalu filter air minum, menggunakan kain halus-mesh filter seperti nilon; mencegah orang yang terinfeksi cacing Guinea memasuki kolam atau sumur yang digunakan untuk minum;

4. Cacing Pita (Tapewom/Taenia)

Cacing ini memiliki 3 jenis berdasarkan tempat hidup yaitu: pada sapi, pada babit dan pada ikan. Besarnya sekitar 10cm, dalam beberapa situasi cacing ini dapat tumbuh hingga 12 cm. Bersenjatakan dengan penghisap kuat dan gigi, cacing ini hidup di saluran pencernaan manusia, ternak atau binatang lain.

Gejalanya, pada infeksi cacing dewasa tidak menyebabkan gejala, naumn infeksi yang berat oleh kista dapat menyebabkan nyeri otot, lemah dan demam. Bila infeksi sampai ke otak dan selaputnya, dapat  menimbulkan peradangan, dan bisa terjadi kejang-kejang.

Diagnosa, pada infeksi cacing dewasa, telur dapat ditemukan pada sekeliling dubur atau didalam tinja (feses). Proglotid (Bagian Kepala Cacing) harus ditemukan di dalam feses untuk diperiksa sehingga dapat membedakan dari cacing pita lainnya. Kista yang hidup didalam jaringan (misalkan otak) maka dilakukan CT atau MRI.

Pengobatan dan pencegahan,  pengobatan diberikan niklosamid atau prazikuantel per-oral (melalui mulut). Pencegahan terbaik saat ini adalah memasak daging sampai matang betul.

5. Cacing FIlaria

Disebabkan oleh Wuchereria Bancrofti atau dikenal dengan cacing filaria. Filaria mempunyai inang perantara hewan Arthropoda, seperti nyamuk. Inang Manusia sebagai Inang tetap pada bagian pembuluh getah bening. Siklus hidup jika terinfeksi biasanya pada siang hari di paru-paru atau di pembuluh darah besar. Pada malam, cacing pindah ke pembuluh arteri atas dan vena perifer didekat kulit. Apabila cacing yang mati menymbat pembuluh getah being, maka menyebabkan pembengkakan (misal pada kaki menyebabkan kaki gajah / Elephantiasis). Mikrofilaria masuk melalui tubuh manusia dengan gigitan nyamuk.

Gejalanya, ketika infeksi akut terjadi demam berulang-ulang selama 3-5 hari, demam hilang ketika beristirahat lalu muncu ketika setelah bekerja berat; pembengkakan kelenjar getah being (tanpa ada luka) didaerah lipatan paha, ketiak (lymphadenitis); pembesaran tungkai, lengan, buah dada, zakar yang terlihat agak kemerahan dan panas.

Pencegahan dapat dilakukan berusaha menghindarkan diri dari gigitan nyamuk penular; membersihkan tanaman air pada rawa-rawa yang menjadi tempat perindukan nyamuk, menimbun dan mengeringkan/mengalirkan genangan air; membersihkan semak-semak disekitar rumah; tidur menggunakan kelambu;

Akhir kata menjaga kebersihan sangat penting sekali dan harus ada pengetahuan akan kebersihan, seperti mencuci tangan sebelum makan, menggunakan alas kaki, memutuskan siklus hidup cacing, tidak jajan makanan yang kotor,  merupakan pencegahan terbaik dari penyakit cacingan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s